Thursday, 2 October 2014

GERGAJI MENURUT BENTUK DAN FUNGSINYA



GERGAJI MENURUT BENTUK DAN FUNGSINYA
PENGOLAHAN HASIL HUTAN



OLEH :
JOHN ANDERSON SINAGA



ILMU KEHUTANAN
2014



JENIS GERGAJI MENURUT BENTUKNYA
1.         Gergaji Pita ( Band Saw)
Mesin gergaji pita adalah mesin perkayuan yang mempunyai mata gergaji bentuk pita. Mesin gergaji pita banyak digunakan di industri-industri bahan bangunan yang mengerjakan kayu, terutama digunakan untuk membelah kayu, untuk memotong lengkung, juga untuk memotong bentuk-bentuk yang tidak beraturan.
Fungsi Mesin Gergaji Pita Dapat Digunakan Untuk :
1.      Membelah papan kayu
2.      Memotong papan kayu
3.      Memotong kayu bulat
4.      Memotong / membelah miring
5.      Menggergaji bulatan / lengkungan dengan diameter tertentu
2.         Gergaji Bundar
http://www.gongyou.com/uploadfile/products/20121108091718.jpg
Mesin gergaji bulat, sering juga diistilahkan sebagai mesin gergaji dingin. Diameter gergaji nya agak besar dan beroperasi pada putaran yang relatif lambat, dengan gerakan potong yang mirip dengan mesin frais. Mesin yang tersedia, biasanya mampu meng gergaji benda kerja sampai dengan diameter 200 mm yang sebelum nya harus dijepit dengan penjepit khusus.
Fungsi yang pokok dari mesin ini adalah untuk memotong tegak maupun miring. Juga dapat dipergunakan untuk memotong cowakan tegak atau miring, membuat sponing dan membuat alur, membuat purus.
3.         Gergaji Rentang
http://lumberjocks.com/assets/pictures/projects/90502.jpg
Gergaji bingkai dapat digunakan untuk hampir semua pekerjaan: cross cutting, rip menggergaji, crosscutting kayu basah, memotong kurva, dan memotong bentuk dalam papan. Dengan cross cutting kita berarti memotong seluruh butir papan untuk mempersingkat itu. Menggergaji Rip adalah memotong sepanjang gandum untuk meluruskan atau mempersempit papan. Cutting Rip membutuhkan pisau dengan relatif besar, gigi datar diajukan. Pisau potong memiliki gigi halus diajukan pada sudut. Gergaji balik menggunakan pisau sempit dengan gigi halus ditetapkan untuk garitan yang lebih luas untuk memungkinkannya untuk memotong kurva. Sebuah keuntungan besar dari gergaji bingkai adalah bahwa pisau relatif lama dan begitu mengizinkan pemotongan lebih cepat dibandingkan jenis lainnya.


JENIS GERGAJI MENURUT FUNGSINYA
1.         Gergaji Utama ( Head Saw )
http://tradewestsales.com/sales/oyamp/images/small/PIC%203%20-%20CIRCULAR%20HEAD%20SAW,%2032%20TOP%20%2052%20BOTTOM.JPG
            Gergaji utama adalah tahap awal pengergajian yang digunakan untuk memotong kayu log hingga menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau dapat berupa papan. Gergaji utama digunakan untuk memotong kayu dengan diameter 16-72 inci tergantung pada gergaji pita sudah terpasang pada. Mesin lebih dioptimalkan untuk memotong diameter yang lebih kecil karena jauh lebih efisien dan dapat memberikan produksi yang lebih besar.
2.         Gergaji Ulang (Resaw)
            Gergaji ulang adalah besar gergaji pita yang dioptimalkan untuk memotong kayu sepanjang untuk mengurangi bagian yang lebih besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Gergaji ulang membutuhkan pisau lebar - biasanya 2 "sampai 3" (52-78 mm) - dengan kecil garitan untuk meminimalkan limbah. Pisau gergaji ulang hingga 1 "(26 mm) dapat dipasang ke pita melihat standar.
http://www.woodworkingtalk.com/attachments/f27/14890d1273617797-resaw-sled-smbk5-02-lograil-ops.jpg

3.         Gergaji Pinggir (Edger)
http://toolmonger.com/wp-content/uploads/2010/01/gordons-three-saw-edge.jpg
            Gergaji pinggir digunakan untuk memperkecil ukuran kayu. Gergaji pinggir juga berfungsi untuk menghaluskan kayu. Tergantung pada diameter log, kepala gergaji dapat memotong log dengan kecepatan berkisar antara 1 sampai 300 kaki per menit. Umumnya, log kecepatan kereta yang dapat disesuaikan untuk kinerja yang optimal.
4.         Gergaji Potong (Trimmer)
http://www.sciesbgr.com/images/trimmer-saws-en.gif
5.         Gergaji Perajang (Slasher)
http://www.amludwigsawshop.on.ca/images/slashersaw.jpg

Wednesday, 1 October 2014

AKASIA DAUN KECIL ( ACACIA AURICULIFORMIS )



AKASIA DAUN KECIL ( ACACIA AURICULIFORMIS )
SILVIKULTUR HUTAN TANAMAN





OLEH :
JOHN ANDERSON SINAGA



KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
JURUSAN KEHUTANAN
2014

AKASIA DAUN KECIL ( Acacia auriculiformis )

1.         Deskripsi Pohon Akasia Daun Kecil ( Acacia auriculiformis )
            Akasia Daun Kecil (Acacia aulicoliformis) termasuk dalam sub famili Mimosoideae, famili Leguminose dan ordo Rosales. Pada awalnya pohon acacia sebagian besar digunakan untuk konsumsi pabrik kertas. Terdapat banyak hutan khusus untuk pabrik kertas sehingga pohon yang baru berumur 3-5 tahun pun (diameter 15-20cm) sudah bisa ditebang. Pada 10 tahun terakhir popularitas kayu Akasia sebagai bahan baku furniture semakin meningkat sehingga kebutuhan pohon Akasia dengan umur di atas 5 tahun semakin tinggi.
                Pohon dengan tinggi hingga mencapai 30 m, bergaris tengah 50 cm. Kulit batang berwarna abu atau coklat. Bentuk daun seperti bulat sabit dengan panjang 10-16 cm dan lebar 1-3 cm, permukaan daun halus berwarna hijau keabuan dengan 3 – 4 tulang daun longitudinal yang jelas. Perbungan aksiler berbentuk bulir dengan panjang 7-10 cm yang selalu berpasangan; panjang tangkai bunga 5-8 mm; bunga terdiri dari 5 helai daun mahkota yang berukuran 1,7  – 2 mm, biseksual, kecil, berwarna kuning emas, dan wangi; daun kelopak bunga berbentuk bulat berukuran 0.7-1 mm; benang sari banyak, dengan ukuran 3 mm; ruang bakal buah diselaputi banyak rambut-rambut pendek dan halus. Buah kering, panjangnya 6.5 cm dan 1-2.5 cm, berkayu, berwarna coklat, tepinya bergelombang, awalnya lurus namun ketika buahnya semakin tua akan terpuntir berbentuk spiral yang tidak teratur. Biji berbentuk bulat telur hingga elips, berukuran panjang 4-6 mm dan lebar 3-4 mm, berwarna hitam mengkilap, keras, tangkai bijipanjang berwarna kuning atau merah.
Kayu teras berwarna dari coklat muda hingga coklat tua kehijauan. Kayu Gubal (sapwood) berwarna krem keputihan, sangat jelas dan mudah dibedakan dengan kayu terasnya. Pada level MC 12% densitas sekitar 450 - 600 kg/m3. bagian dan jenis tertentu bisa mencapai hingga 800 kg/m3. Akasia termasuk pada kayu kelas awet 3, cukup tahan terhadap cuaca dan kondisi normal akan tetapi akan mudah terserang jamur dan serangga apabila diletakkan pada kondisi luar ruangan yang terlalu basah. Kurang baik untuk pemakaian yang langsung diletakkan di atas tanah.
2.         Klasifikasi Pohon Akasia Daun Kecil ( Acacia auriculiformis )
http://members.chello.be/sf16063/pauwels/AcacAuri.JPGKingdom         : Plantae
Subkingdom    : Tracheobionta
Super Divisi    : Spermatophyta
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Fabales
Famili              : Fabaceae
Genus              : Acacia
Spesies            : Acacia auriculiformis

3.         Sebaran Pohon Akasia Daun Kecil ( Acacia auriculiformis )

Tegakan-tegakan alami Acacia auriculiformis dapat dijumpai di Australia (Semenanjung Cape York, Queensland, sebelah utara Northern Territory), bagian tenggara Papua New Guinea dan Indonesia (Irian Jaya, Kepulauan Kai). Acacia auriculiformis telah didomestikasi sejak 50 tahun yang lalu, dan telah tersebar luas di kawasan Asia tropis.

4.         Habitat Pohon Akasia Daun Kecil ( Acacia auriculiformis )
Acacia auriculiformis tumbuh pada daerah-daerah dataran rendah tropis beriklim lembap sampai sub-lembap, pada tanah-tanah di sepanjang tepi sungai,pada daerah berpasir di tepi pantai, dataran yang mengalami pasang surut air laut, danau-danau berair asin di dekat pantai, dan dataran yang tergenang air. Tiap individu pohonnya tersebar luas di daerah padang rumput atau hutan rawa yang didominasi oleh pohon-pohon Melaleuca spp yang tinggi. Spesies ini secara alami dapat dijumpai mulai dari ketinggian permukaan laut sampai 400 m dpl, dan bahkan hingga 1000 m dpl (di Zimbabwe). Daerah penyebarannya memiliki rata-rata suhu maksimum 32-38°C dan rata-rata suhu minimum 12-20°C. Curah hujan bervariasi antara 760 mm di kawasan Northern Territory (Australia) dan 2000 mm di Papua New Guinea; penyebarannya dipengaruhi oleh iklim monsun yang musim keringnya dapat terjadi selama 6 bulan. Di daerah penyebarannya tidak mengalami musim salju, namun pada beberapa tempat dengan intensitas salju ringan masih dapat ditoleransi. Tumbuhan ini tidak bisa tumbuh di bawah naungan. Toleransi spesies ini terhadap intensitas kecepatan angin juga rendah dikarenakan cabang-cabangnya mudah sekali patah akibat terpapar angin yang kuat.|sebagai perkecualian, Acacia auriculiformis memiliki toleransi yang luas terhadap berbagai kondisi tanah. Di Papua New Guinea, tumbuhan ini tumbuh dengan baik pada tanah asam dengan aliran air yang baik dan pada tanah-tanah liat yang becek atau tergenang selama sementara waktu atau dalam waktu yang panjang.                        Tanah-tanah pada daerah alami penyebarannya di Australia adalah pada daerah berpasir, tanah liat hitam, tanah alluvial yang merupakan turunan dari batupasir atau laterit. pH tanah biasanya berkisar antara 4.5-6.5, tapi di kawasan Northern Territory tumbuhan ini tumbuh pada tanah pasir yang memiliki pH 8-9, juga pada tanah-tanah bekas pertambangan yang memiliki pH 3. Tumbuhan ini sangat toleran terhadap tanah yang mengandung garam (soil salinity). Pada sebuah percobaan di Thailand, tumbuhan ini dapat tetap tumbuh pada kondisi tanah yang mengandung garam dengan kisaran salinitas 0.15 to 7.25 dS/m, baik di tanah kering maupun basah.

5.         Perbanyakan Pohon Akasia Daun Kecil ( Acacia auriculiformis )

Perbanyakan akasia menggunakan biji. Biji-biji yang secara fisiologis siap tanam tidak menunjukkan dormansi. Namun perlu perlakuan pragerminasi terlebih dahulu untuk biji-biji yang telah dewasa, yaitu pencelupan biji ke dalam air panas selama 1 - 2 menit lalu direndam dalam air dingin selama semalam atau direndam dalam air hangat selama 24 jam. Setelah perlakuan, biji-biji tersebut akan berkecambah setelah 6 hari kemudian dengan tingkat keberhasilan biasanya mencapai 75%. Inokulasi rhizobium atau mikorhiza biasanya dilakukan bila semai-semai dipersiapkan untuk ditanam di areal-areal terdegradasi atau bekas pertambangan. Perbanyakan akasia juga dapat dilakukan dengan stek.